Susunan Pemain Barcelona vs Real Madrid di Final Piala Super Spanyol: El Clasico Rasa Partai Puncak
Sports
•6 menit baca•oleh Fresh Feeds AI

Susunan Pemain Barcelona vs Real Madrid di Final Piala Super Spanyol: El Clasico Rasa Partai Puncak

Ulasan susunan pemain Barcelona vs Real Madrid di final Piala Super Spanyol 2026, lengkap dengan formasi, peran kunci, konteks taktis, dan dampaknya pada jalannya El Clasico.

Laga Barcelona vs Real Madrid di final Piala Super Spanyol 2026 di Jeddah bukan hanya menyajikan drama El Clasico, tetapi juga menampilkan susunan pemain yang sarat bintang dan menjadi sorotan utama pendukung kedua kubu.

Pertandingan digelar di King Abdullah Sports City, Jeddah, dengan status final Supercopa de España dan melibatkan dua tim dengan komposisi skuad yang relatif lengkap, termasuk nama-nama besar seperti Raphinha, Robert Lewandowski, Vinicius Junior, hingga Jude Bellingham.[2][4][7]

Susunan Pemain Barcelona

Menurut data laga final yang tercatat di layanan statistik dan laporan pertandingan, Barcelona turun dengan formasi dasar 4-2-3-1.[2][4][7]

Starting XI Barcelona:[2][4][7]

• Kiper: Joan Garcia
• Bek: Jules Koundé, Pau Cubarsi, Eric Garcia, Alejandro Balde
• Gelandang tengah: Frenkie de Jong, Pedri
• Gelandang serang / sayap: Lamine Yamal, Fermin Lopez, Raphinha
• Penyerang tengah: Robert Lewandowski

Kombinasi ini menegaskan pola Barcelona yang mengandalkan penguasaan bola dari poros Pedri–De Jong, kreativitas di sisi sayap melalui Yamal dan Raphinha, serta ketajaman Lewandowski di kotak penalti.[2][4][7]

Susunan Pemain Real Madrid

Real Madrid datang dengan pendekatan berbeda, menggunakan struktur yang tercatat sebagai 4-4-2 di lembar susunan pemain, dengan fleksibilitas berubah menjadi 4-3-3 saat menyerang.[2]

Starting XI Real Madrid:[2]

• Kiper: Thibaut Courtois
• Bek: Raul Asencio, Aurélien Tchouaméni, Dean Huijsen, Alvaro Carreras
• Gelandang: Federico Valverde, Jude Bellingham, Eduardo Camavinga, Rodrygo
• Penyerang: Vinicius Junior, Gonzalo Garcia

Posisi Tchouaméni sebagai bek tengah dan kehadiran tiga gelandang pekerja (Valverde, Bellingham, Camavinga) menunjukkan fokus Madrid pada intensitas, duel fisik, serta transisi cepat untuk mengalirkan bola ke trio penyerang utama mereka.[1][2]

Konteks Taktis El Clasico di Jeddah

Di sisi Barcelona, Hansi Flick mempertahankan kerangka tim yang ia gunakan sejak semifinal, mengeksploitasi kombinasi teknis di lini tengah dan kecepatan sayap.[1][4] Peran Raphinha dan Lamine Yamal sangat krusial, keduanya sering bergantian masuk ke half-space untuk membuka ruang bagi overlap Balde maupun tusukan Koundé dari sisi berlawanan.[2][4]

Real Madrid di bawah Xabi Alonso mengandalkan keseimbangan antara pressing tinggi dan blok menengah. Valverde dan Camavinga menjadi motor kerja di lini tengah, sementara Bellingham diberi kebebasan lebih untuk masuk ke kotak penalti, mendukung Vinicius dan Rodrygo dalam serangan.[1][2]

Dampak Susunan Pemain terhadap Jalannya Pertandingan

Laporan pascalaga menyoroti bahwa Raphinha menjadi bintang penentu bagi Barcelona, dengan kontribusi gol yang muncul dari pergerakan eksplosifnya di sisi kanan dan kombinasi dengan Fermin Lopez dan Pedri.[4][7] Kehadiran Joan Garcia di bawah mistar juga disebut penting, menggantikan peran kiper utama dengan sejumlah penyelamatan krusial.[4][7]

Di kubu Madrid, nama-nama seperti Vinicius, Rodrygo, dan kemudian pemain pengganti seperti Kylian Mbappé serta Arda Güler (yang masuk di babak kedua) menjadi ancaman berkelanjutan, terutama di fase akhir laga ketika Madrid meningkatkan intensitas serangan dan memanfaatkan bola mati.[4][6]

Prediksi vs Realita Susunan Pemain

Menjelang pertandingan, beberapa media sempat merilis prediksi line-up yang tidak sepenuhnya identik dengan susunan resmi.[1][3][5] Misalnya, ada prediksi yang memasang Ferran Torres sebagai starter Barcelona, atau mengantisipasi kombinasi Rodrygo–Mbappé–Vinicius di lini depan Madrid.[3][5] Namun, susunan resmi yang tercatat di lembar pertandingan dan laporan pascamatch menunjukkan kombinasi berbeda dengan menempatkan Gonzalo Garcia sebagai salah satu starter di lini serang Madrid.[2]

Perbedaan ini menggambarkan bagaimana kedua pelatih menyembunyikan beberapa opsi taktis hingga mendekati kick-off, termasuk keputusan soal siapa yang menjadi starter dan siapa yang disimpan sebagai impact player dari bangku cadangan.

Makna El Clasico Ini bagi Kedua Klub

Kemenangan Barcelona dalam laga ini mengantarkan mereka pada gelar Piala Super Spanyol ke-16, mempertegas status sebagai klub tersukses di ajang tersebut.[7] Bagi skuad muda yang banyak diisi talenta seperti Yamal, Cubarsi, dan Fermin, tampil sebagai starter di partai besar kontra Madrid menjadi ajang pembuktian di level tertinggi.[4][7]

Bagi Real Madrid, susunan pemain yang menggabungkan bintang mapan seperti Vinicius dan Bellingham dengan wajah baru seperti Huijsen dan Carreras menunjukkan fase transisi skuad. Meski gagal mengangkat trofi, pengalaman di final dengan korespondensi taktik Alonso dipandang sebagai modal penting untuk kompetisi selanjutnya.[1][2][7]

Bagi penggemar di Indonesia, detail susunan pemain Barcelona vs Real Madrid pada final Piala Super Spanyol ini memberi gambaran jelas mengenai arah pembangunan skuad kedua raksasa La Liga: Barcelona dengan generasi muda teknis yang didukung beberapa senior kunci, dan Real Madrid dengan kombinasi bintang kelas dunia dan talenta baru yang siap mengambil alih panggung.

Tag:

#Barcelona#Real Madrid#Piala Super Spanyol#El Clasico#susunan pemain

Sumber:

www.bola.net

www.bola.net

www.fotmob.com

www.fotmob.com

sport.espos.id

sport.espos.id

www.bola.net

www.bola.net

www.pikiran-rakyat.com

www.pikiran-rakyat.com

www.youtube.com

www.youtube.com

www.bola.com

www.bola.com