
Niat Puasa Rajab: Panduan, Lafaz, dan Amalan Utama di Bulan Rajab
Puasa Rajab adalah puasa sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan pada bulan Rajab dengan niat yang dibaca pada malam atau siang hari sebelum berpuasa; lafaz yang umum digunakan adalah "Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillahi ta'ala" (Aku berniat puasa sunnah Rajab karena Allah SWT). [1][2]
Waktu masuk 1 Rajab 1447 H ketentuan hijriah dimulai sejak terbenamnya matahari; dalam penjelasan sumber berita lokal, 1 Rajab 1447 H dimulai setelah Maghrib Sabtu, 20 Desember 2025 dan berlangsung hingga Maghrib Minggu, 21 Desember 2025, sehingga niat dan pelaksanaan puasa mengikuti ketentuan awal-hari Islam yang dimulai pada terbenamnya matahari.[1]
Lafaz niat yang sering dibacakan adalah: "Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillahi ta'ala." Artinya: "Aku berniat puasa sunah Rajab karena Allah SWT." Bacaan niat juga sering disiarkan dalam media video pengajian dan kanal berita yang menampilkan variasi bacaan termasuk niat untuk berpuasa esok hari (ghodin) dan niat yang dibaca pada siang hari jika diperlukan.[2][3]
Hukum dan waktu niat: Para ulama umumnya memperbolehkan niat puasa sunnah Rajab dibaca pada malam hari sebelum fajar; beberapa penjelasan fiqh lokal juga menyebutkan pilihan niat pada siang hari untuk niat puasa esok hari dengan lafaz yang sesuai, namun praktik yang paling umum adalah membaca niat pada malam hari setelah Maghrib.[3]
Keutamaan dan amalan yang dianjurkan pada bulan Rajab meliputi memperbanyak puasa sunnah, memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan bersedekah; sumber pendidikan agama lokal menyebutkan bahwa Rajab termasuk bulan yang dimuliakan sehingga dianjurkan meningkatkan ibadah, amal saleh, dan taubat.[1]
Cara melaksanakan puasa Rajab: Puasa dapat dilakukan satu hari, beberapa hari, atau diselaraskan dengan puasa sunnah lainnya seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Hijriah); pelaksanaannya mengikuti tata cara puasa sunnah umum—niat, menahan makan dan minum dari fajar hingga Maghrib, dan memperbanyak dzikir serta doa.[1]
Praktik bacaan niat yang berbeda: Selain lafaz singkat yang umum, beberapa ulama/tradisi menampilkan variasi lafaz untuk niat yang menyebutkan hari tertentu (mis. "ghodin" untuk esok hari) atau niat yang dibaca pada siang hari jika niat terlambat; media lokal dan kanal pengajian menampilkan contoh bacaan untuk membantu umat.[2][3]
Saran untuk pelaksana: Pastikan tanggal awal Rajab menurut penentuan rukyat atau hisab di daerah masing-masing sebelum memulai puasa, baca niat sesuai mazhab atau arahan ulama setempat, dan kombinasikan puasa dengan doa, selawat, dan sedekah untuk memaksimalkan nilai ibadah pada bulan mulia ini.[1]
Catatan sumber dan keterbatasan: Artikel ini merangkum panduan dan lafaz niat dari laporan media dan kanal pengajian lokal yang tersedia secara publik; pembaca yang membutuhkan fatwa khusus atau ketentuan mazhab tertentu disarankan merujuk pada otoritas agama setempat atau ulama masing-masing.[1][2][3]
Tag:
Sumber:
www.merahputih.com
www.youtube.com
jombang.nu.or.id
aceh.tribunnews.com