
Epstein Files Dibuka: DOJ Luncurkan Perpustakaan Dokumen Sensasional
Jakarta - Kasus Jeffrey Epstein kembali mencuri perhatian dunia setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) meluncurkan 'Epstein Library' secara resmi. Situs web khusus ini berisi ribuan dokumen yang dirilis berdasarkan Epstein Files Transparency Act, memberikan akses publik ke materi investigasi terkait miliarder kontroversial yang meninggal pada 2019.[1]
Jeffrey Epstein, financier Amerika yang dituduh menjalankan jaringan perdagangan seks anak di bawah umur, menjadi sorotan global bertahun-tahun. Ia ditangkap pada 2019 atas tuduhan pemerasan dan perdagangan manusia, namun ditemukan tewas di sel penjaranya dalam keadaan yang masih misterius hingga kini. Rilis dokumen terbaru ini merupakan bagian dari upaya transparansi yang diminta Kongres AS.
Situs justice.gov/epstein menyediakan perpustakaan lengkap dokumen responsif terhadap undang-undang tersebut. Pengunjung dapat mencari materi melalui fungsi pencarian, meskipun ada catatan bahwa beberapa dokumen tulisan tangan mungkin tidak dapat dicari secara elektronik dengan akurat.[1]
DOJ menekankan komitmen privasi: Semua dokumen telah direview dan direduksi untuk melindungi informasi pribadi korban, individu swasta lainnya, serta materi sensitif. Namun, karena volume besar informasi, kemungkinan adanya kesalahan inadvertent tetap ada. Publik diminta melaporkan konten sensitif ke EFTA@usdoj.gov untuk koreksi segera.[1]
Peringatan konten juga diberikan: Beberapa bagian perpustakaan mengandung deskripsi pelecehan seksual, sehingga tidak cocok untuk semua pembaca. Situs ini akan terus diperbarui jika dokumen tambahan diidentifikasi.[1]
Update terakhir situs dilakukan pada 19 Desember 2025, menandakan rilis paling mutakhir dalam kasus ini. Meski belum ada berita spesifik dalam 8 jam terakhir, peluncuran ini memicu diskusi luas di media sosial dan berita internasional tentang implikasi terhadap tokoh-tokoh terkenal yang pernah dikaitkan dengan Epstein.[1]
Kasus Epstein terus menjadi simbol kegagalan sistem peradilan dan jaringan kekuasaan elit. Rilis dokumen ini diharapkan membawa kejelasan baru bagi publik yang haus informasi faktual.
Tag:
Sumber:
www.justice.gov