
Drama di San Siro: Milan Gagal Dekati Inter Usai Tertahan Genoa
AC Milan harus puas dengan hasil imbang dramatis 1-1 melawan Genoa di San Siro dalam lanjutan Serie A, hasil yang membuat mereka gagal memangkas jarak dengan pemuncak klasemen Inter dan sekaligus menjaga Genoa tetap berada di tepi zona degradasi.[5][3]
Laga ini menjadi sorotan karena tensi tinggi di menit-menit akhir: Milan menyamakan kedudukan lewat sundulan Rafael Leão pada masa injury time, lalu Genoa mendapat penalti di detik-detik terakhir tetapi kesempatan emas itu terbuang setelah eksekusi Nicolae Stanciu melambung di atas gawang.[5][2][3]
Milan sebenarnya mengawali pertandingan dengan dominan. Matteo Gabbia hampir membawa Rossoneri unggul lebih dulu ketika sundulannya mengenai mistar setelah memanfaatkan umpan Christian Pulisic di awal babak pertama.[5] Namun dominasi itu tidak berbuah gol, dan justru Genoa yang mencuri keunggulan terlebih dahulu.
Pada menit ke-28, Ruslan Malinovskyi melepaskan umpan silang terukur ke kotak penalti. Lorenzo Colombo, yang berstatus pemain pinjaman Milan di Genoa, menyambar bola dari jarak dekat untuk membawa tim tamu unggul 1-0 dan "menghukum" klub induknya sendiri.[5][3] Gol itu sekaligus mematahkan momentum Milan yang sebelumnya nyaris tak mendapat ancaman berarti.
Setelah tertinggal, Milan terus menekan. Nicola Leali di bawah mistar Genoa tampil solid dengan beberapa penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang Leão dari jarak dekat.[3] Upaya Milan juga sempat gagal karena kurang tenangnya penyelesaian akhir, di antaranya ketika Youssouf Fofana terpeleset dalam posisi menjanjikan di depan gawang.[3]
Tekanan berbuah hasil di penghujung laga. Memasuki menit ke-90+2, sebuah sepak pojok disambut Leão dengan sundulan keras yang tak mampu dihentikan Leali, mengubah kedudukan menjadi 1-1 dan menjaga rekor tak terkalahkan Milan di liga yang kini sudah mencapai 16 pertandingan sejak kekalahan di pekan pembukaan.[3][5]
Namun drama belum berakhir. Sesaat setelah gol penyama, Davide Bartesaghi menjatuhkan Mikael Ellertsson di kotak penalti dan wasit menunjuk titik putih bagi Genoa setelah proses protes dan pemeriksaan VAR yang panjang.[5][7] Kiper Milan Mike Maignan sampai menerima kartu kuning karena memprotes keputusan tersebut.[7]
Stanciu kemudian maju sebagai eksekutor di masa tambahan akhir, dengan kesempatan untuk membawa Genoa pulang tiga poin bersejarah dari San Siro. Namun gelandang Rumania itu gagal memanfaatkan peluang; sepakan penaltinya melayang tinggi di atas mistar, membuat kedudukan tetap imbang dan menyelamatkan satu poin bagi Milan.[2][5][7]
Dari sisi klasemen, hasil ini merugikan kedua tim. Milan yang berada di peringkat kedua kini tertinggal tiga poin dari Inter, yang sebelumnya meraih kemenangan 2-0 atas Parma.[5][3][7] Bagi Genoa, tambahan satu poin mengangkat mereka ke posisi 17 dengan jarak tiga poin saja dari zona degradasi, sehingga setiap pertandingan ke depan tetap bernilai krusial.[3][7]
Laga ini juga punya makna khusus bagi pelatih Milan, Massimiliano Allegri, yang merayakan laga ke-200-nya di bangku cadangan Rossoneri (jika digabung dua periode kepelatihannya).[5] Namun pesta yang diharapkan berupa kemenangan justru berubah menjadi ketegangan hingga detik terakhir, dan pada akhirnya hanya berujung satu poin.
Dari kacamata taktik, Milan tampil sangat menyerang terutama di babak kedua dengan memasukkan Ruben Loftus-Cheek untuk menambah daya dobrak dari lini tengah.[6] Meski demikian, lini belakang Genoa yang disiplin serta penampilan solid Leali membuat Milan kesulitan menciptakan peluang bersih sampai momen akhir pertandingan.
Bagi publik Serie A, hasil ini dinilai paling menguntungkan Inter. Rival sekota Milan tersebut kini memiliki celah lebih nyaman di puncak klasemen, sementara Rossoneri harus segera bangkit bila tidak ingin tertinggal dalam perburuan scudetto.[7][5] Di sisi lain, Genoa bisa membawa pulang kepercayaan diri dari penampilan disiplin dan hampir saja mencuri kemenangan tandang berkat organisasi permainan yang rapi.
Dengan intensitas, gol telat, dan kegagalan penalti di detik terakhir, duel Milan vs Genoa kali ini akan dikenang sebagai salah satu pertandingan paling dramatis di San Siro musim ini, sekaligus pengingat bahwa dalam persaingan papan atas maupun perjuangan lolos dari degradasi, setiap detail kecil dapat mengubah nasib sebuah musim.[3][7]
Tag:
Sumber:
www.espn.com.au
www.namibian.com.na
www.straitstimes.com
www.sofascore.com
www.espn.com
www.espn.com
football-italia.net