Bayern Hancurkan Wolfsburg 8-1: Pesta Gol Pembuka Tahun yang Pecahkan Rekor
Sports
8 menit bacaoleh Fresh Feeds AI

Bayern Hancurkan Wolfsburg 8-1: Pesta Gol Pembuka Tahun yang Pecahkan Rekor

Bayern Munich menghancurkan Wolfsburg 8-1 di Allianz Arena, memperlebar jarak di puncak klasemen Bundesliga dan menegaskan dominasi dengan trio Olise–Díaz–Kane.

Bayern Munich membuka paruh kedua musim Bundesliga dengan kemenangan luar biasa 8-1 atas VfL Wolfsburg di Allianz Arena, dalam laga pekan ke-16 musim 2025/26 yang langsung menggegerkan Jerman dan Eropa.[4][1]

Hasil ini membuat Bayern kokoh di puncak klasemen dengan 44 poin dari 16 laga (14 menang, 2 imbang, tak terkalahkan), dan unggul 11 poin dari Borussia Dortmund yang berada di posisi kedua.[4][6] Wolfsburg sendiri terpuruk di peringkat ke-14 dengan 15 poin.[3][4]

Laga ini juga tercatat sebagai salah satu kemenangan terbesar Bayern atas Wolfsburg dan disebut sebagai kekalahan terburuk Wolfsburg di Bundesliga oleh sejumlah media spesialis Bayern.[1][7] Klub dan pengamat menilai skor ini bisa menjadi momen penentu kepercayaan diri Bayern memasuki fase padat kompetisi di 2026.[1][2]

Jalannya pertandingan: dari 1-1 jadi 8-1

Bayern langsung menekan sejak awal. Di menit ke-5, sebuah umpan silang Luis Díaz justru membentur bek Wolfsburg Kilian Fischer dan masuk ke gawang sendiri, tercatat sebagai gol bunuh diri untuk membuka skor 1-0.[4][1][5]

Wolfsburg sempat mengejutkan publik Allianz Arena ketika Dzenan Pejcinovic menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-13, memanfaatkan celah di lini belakang Bayern.[3][4][5] Namun setelah itu, dominasi tuan rumah tidak terbendung.

Menit ke-30, kombinasi apik di sisi kanan berujung pada umpan silang Michael Olise yang disundul Díaz, mengubah skor menjadi 2-1 untuk Bayern.[3][4][5] Skor tersebut bertahan hingga turun minum, dengan Bayern menguasai bola dan Wolfsburg lebih banyak bertahan.

Babak kedua berubah menjadi pesta gol. Bayern mencetak enam gol tambahan hanya dalam satu paruh permainan, dengan aksen kuat pada serangan sayap dan tekanan tinggi.[1][6]

Bintang lapangan: Olise, Díaz, dan Kane

Winger muda Michael Olise tampil sensasional. Di awal babak kedua, ia mencetak gol indah dengan aksi cut-inside dari kanan sebelum melepaskan tembakan melengkung ke sudut jauh untuk membawa Bayern unggul 3-1.[1][4][5][6] Tak lama kemudian, pergerakannya kembali memaksa bek Moritz Jenz melakukan gol bunuh diri yang membuat skor menjadi 4-1.[1][4][5]

Olise kemudian menambah gol keduanya di pertengahan babak kedua, melengkapi brace dan mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di laga ini.[3][4][5][6] Berbagai laporan menyoroti bahwa gerakan, dribel, dan kreativitas Olise membuat lini belakang Wolfsburg kewalahan sepanjang pertandingan.[1][5][6]

Di sisi lain, Luis Díaz juga sangat menentukan. Selain terlibat di gol bunuh diri pertama, ia mencetak gol kedua Bayern lewat tandukan dan berulang kali memporak-porandakan sisi kiri pertahanan Wolfsburg dengan kombinasi kecepatan dan penetrasi.[1][3][5]

Harry Kane turut mencatat malam istimewa. Penyerang timnas Inggris itu menyumbang satu gol dan satu assist, sekaligus mencapai tonggak 20 gol liga musim ini untuk Bayern.[4][3] Golnya lahir lewat tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang disebut beberapa media sebagai kandidat "gol terbaik musim" karena kualitas teknik dan penempatannya.[1][5]

Banji gol di akhir laga

Setelah gol Olise dan dua gol bunuh diri, Raphaël Guerreiro ikut mencatatkan nama di papan skor dengan penyelesaian jarak dekat memanfaatkan umpan Harry Kane, menjadikan skor 5-1.[1][3][4]

Tidak berhenti di situ, Kane kemudian mencetak golnya sendiri lewat sepakan keras dari tepi kotak penalti untuk 6-1, mengukuhkan dominasi Bayern di hadapan publik sendiri.[1][3][4][5]

Menjelang akhir pertandingan, Olise menambah satu gol lagi untuk 7-1, sebelum Leon Goretzka yang masuk sebagai pemain pengganti menutup pesta gol dengan sontekan dari jarak dekat di menit-menit akhir untuk melengkapi skor akhir 8-1.[3][4] Suasana di Allianz Arena dilaporkan seperti pesta besar, dengan sorak-sorai tidak berhenti hingga peluit panjang.[3]

Taktik Kompany: "mulai dari nol" setelah jeda musim dingin

Pelatih Bayern Vincent Kompany sebelumnya menekankan bahwa tim harus "memulai dari nol" seusai jeda musim dingin, terlepas dari keunggulan poin di klasemen.[1][2] Ia menegaskan fokus utama adalah gelar dan menjaga standar performa, bukan sekadar selisih angka dengan pesaing.

Dalam laga ini, pendekatan itu terlihat dari intensitas Bayern selama 90 menit. Mereka terus menekan tinggi, memanfaatkan kelemahan organisasi pertahanan Wolfsburg, dan tidak menurunkan tempo meski sudah unggul jauh.[1][2][7] Kombinasi sayap yang agresif, pergerakan antar lini yang cair, dan rotasi pemain di babak kedua membuat Wolfsburg semakin kesulitan keluar dari tekanan.

Menariknya, meski bek tengah Kim Min-jae absen karena cedera paha ringan, lini belakang Bayern tetap stabil dan jarang mendapat ancaman serius setelah kebobolan di awal.[3] Hal ini menunjukkan kedalaman skuad dan fleksibilitas taktik di sektor pertahanan.

Data dan konteks: efisiensi serangan Bayern

Laporan pascalaga menyebut Bayern mencatat nilai xG (expected goals) di atas angka 3, yang menegaskan bahwa delapan gol tersebut bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari serangan yang sangat efektif dan berulang kali menghasilkan peluang berkualitas tinggi.[3]

Dengan 8 gol, selisih gol total Bayern di liga kini melonjak ke +51 setelah 16 pertandingan, angka yang sangat jarang terlihat di level kompetisi tertinggi Jerman.[4] Hal ini memperkuat status mereka sebagai favorit juara Bundesliga musim ini.

Bagi Wolfsburg, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Media yang fokus pada Bayern mencatat bahwa skor 8-1 ini tercatat sebagai kekalahan terburuk dalam sejarah klub di Bundesliga, mencerminkan masalah besar di lini pertahanan yang sudah terlihat sejak paruh pertama musim.[7][1] Meski mereka sempat tampil berani dengan pressing tinggi, rapuhnya organisasi bertahan membuat mereka berulang kali dihukum.[1][7]

Dampak untuk perburuan gelar dan tren ke depan

Kemenangan besar ini memperjelas peta persaingan di papan atas: Bayern semakin menjauh, sementara Dortmund dan RB Leipzig tertinggal dalam perburuan gelar.[4][6] Dengan selisih gol yang sangat menguntungkan dan kondisi fisik pemain inti yang tampak tajam selepas jeda, Bayern memasuki periode krusial musim dengan kepercayaan diri tinggi.

Bagi penggemar di Indonesia, laga Bayern vs Wolfsburg ini bukan sekadar skor besar, tetapi juga gambaran bagaimana tim unggulan Eropa memanfaatkan jeda musim dingin untuk menyegarkan taktik dan fisik, lalu kembali dengan intensitas penuh. Sorotan khusus jatuh pada trio Olise – Díaz – Kane yang berpotensi menjadi salah satu kombinasi lini depan paling ditakuti di Eropa musim ini.[1][3][5][6]

Jika tren performa seperti ini bertahan, Bayern tidak hanya difavoritkan mempertahankan dominasi di Bundesliga, tetapi juga akan sangat diperhitungkan di kompetisi Eropa, di mana kualitas penyelesaian akhir dan kedalaman skuad seperti yang terlihat pada kemenangan 8-1 atas Wolfsburg bisa menjadi pembeda di fase gugur.

Tag:

#Bayern Munich#Wolfsburg#Bundesliga#Harry Kane#Michael Olise

Sumber:

fcbayern.com

fcbayern.com

www.bavarianfootballworks.com

www.bavarianfootballworks.com

www.chosun.com

www.chosun.com

www.espn.com

www.espn.com

www.goal.com

www.goal.com

www.arabnews.com

www.arabnews.com

www.bavarianfootballworks.com

www.bavarianfootballworks.com

www.flashscoreusa.com

www.flashscoreusa.com