Tragedi Jatuhnya Antonov An-22 di Rusia Mengakhiri Era Pesawat Angkut Turboprop Terbesar Dunia
World
โ€ข3 min readโ€ขby Fresh Feeds AI

Tragedi Jatuhnya Antonov An-22 di Rusia Mengakhiri Era Pesawat Angkut Turboprop Terbesar Dunia

Antonov An-22, pesawat turboprop terbesar dunia, jatuh di Rusia saat uji coba pasca perbaikan, menewaskan tujuh awak. Insiden ini mengakhiri era pesawat legendaris tersebut di tengah tekanan armada ud

Sebuah kecelakaan tragis menimpa pesawat angkut militer Antonov An-22 di Rusia pada 9 Desember 2025. Pesawat besar turboprop ini jatuh di dekat Waduk Uvodskoye di Wilayah Ivanovo saat menjalani penerbangan uji coba pasca perbaikan. Seluruh tujuh awak pesawat dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Antonov An-22, yang merupakan pesawat turboprop terbesar di dunia, telah menjadi ikon sejak pertama kali diperkenalkan pada era Uni Soviet pada tahun 1960-an. Pesawat ini dirancang untuk mengangkut kargo berat dan besar, dan sempat berperan penting dalam armada angkut udara Rusia.

Menurut keterangan resmi dari Kementerian Pertahanan Rusia, kecelakaan ini terjadi saat pesawat sedang dalam fase penerbangan uji setelah menjalani perawatan. Lokasi jatuhnya berada di daerah yang tidak berpenghuni sehingga dampak terhadap warga sipil dapat dihindari. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan, dengan dugaan awal terkait masalah teknis setelah perbaikan dilakukan.

Rusia sebenarnya telah merencanakan pensiunnya An-22 sejak tahun 2024 mengingat armada tersebut sudah sangat tua dan mulai digantikan oleh pesawat jenis lain. Namun, kekurangan kapasitas angkut dan kebutuhan militer yang meningkat membuat salah satu unit An-22 masih dioperasikan dan diuji coba, walaupun jumlah pesawat yang masih bisa terbang sangat terbatas.

Armada angkut militer Rusia saat ini mengalami tekanan besar dengan pesawat-pesawat lama seperti Il-76 dan An-12 yang stoknya mulai menipis, sementara produksi pesawat pengganti seperti An-124 terkendala oleh masalah teknis dan politik, termasuk sanksi internasional. Kondisi ini yang mendorong penggunaan kembali An-22 meski usianya sudah lebih dari 50 tahun.

Kecelakaan ini tidak hanya mengakhiri perjalanan salah satu pesawat angkut legendaris dunia, tetapi juga menyoroti tantangan serius yang dihadapi Rusia dalam mempertahankan kemampuan angkut berat militernya. Berita ini menjadi peringatan sekaligus refleksi atas masa depan armada penerbangan angkut berat negara tersebut.

Tags:

#Antonov#An-22#kecelakaan pesawat#Rusia#militer

Sources:

aviation-safety.net

aviation-safety.net

aerospaceglobalnews.com

aerospaceglobalnews.com

www.twz.com

www.twz.com

www.aerotime.aero

www.aerotime.aero

www.themoscowtimes.com

www.themoscowtimes.com

timesca.com

timesca.com

aviationnews.eu

aviationnews.eu

idrw.org

idrw.org