Tottenham Tersingkir dari Piala FA, Aston Villa Lanjutkan Tren Positif di London
Sports
•5 min read•by Fresh Feeds AI

Tottenham Tersingkir dari Piala FA, Aston Villa Lanjutkan Tren Positif di London

Aston Villa menyingkirkan Tottenham 2-1 di Piala FA, memperpanjang tren positif mereka dan menambah tekanan pada Thomas Frank yang kembali gagal menang di kandang.

Aston Villa menyingkirkan Tottenham Hotspur dari Piala FA setelah menang 2-1 di Tottenham Hotspur Stadium pada babak ketiga, hasil yang semakin menekan posisi pelatih Spurs, Thomas Frank.[1][2] Kemenangan ini juga memperpanjang catatan impresif tim Unai Emery yang kini meraih 13 kemenangan dari 15 laga terakhir di semua kompetisi.[1][2]

Pertandingan berlangsung terbuka sejak awal, namun justru Villa yang tampil lebih klinis di babak pertama. Emiliano Buendía membuka skor lewat penyelesaian keras ke atap gawang setelah menerima umpan terobosan cerdas di menit ke-22, memanfaatkan kelemahan lini belakang Spurs yang lambat bereaksi.[1][3] Beberapa saat kemudian, kiper Guglielmo Vicario dipaksa melakukan penyelamatan penting atas sepakan jarak jauh Matty Cash untuk mencegah gol kedua datang lebih cepat.[1]

Masalah Spurs bertambah ketika Richarlison mengalami cedera otot di pertengahan babak pertama dan harus digantikan Randal Kolo Muani, mengganggu rencana rotasi Thomas Frank di tengah jadwal padat dan daftar cedera yang sudah panjang.[1] Upaya Spurs merespons sempat membuahkan peluang, termasuk sundulan Kevin Danso dan gol Kolo Muani yang dianulir karena offside, tetapi tim tuan rumah kembali dihukum di masa tambahan waktu babak pertama.[1][2]

Di menit akhir babak pertama, Morgan Rogers menggandakan keunggulan Villa setelah menyelesaikan serangan yang rapi dan membuat Spurs kembali disambut sorakan dan siulan tidak puas dari tribune saat turun minum.[1][2] Tertinggal dua gol di kandang sendiri, Spurs kembali memperlihatkan pola yang banyak dikritik: start yang lambat, konsentrasi rapuh, dan rentan kebobolan dalam momen krusial.[2]

Memasuki babak kedua, Spurs bermain jauh lebih agresif. Tekanan tinggi mereka akhirnya berbuah hasil di menit ke-54 ketika Kolo Muani merebut bola dari Lamare Bogarde dan mengirim umpan terobosan ke Wilson Odobert, yang menuntaskannya dengan tembakan mendatar ke pojok gawang Marco Bizot untuk memperkecil skor menjadi 1-2.[1][2][3] Gol ini membangkitkan atmosfer di South Stand, dan Spurs sempat beberapa kali mengancam lewat Odobert dan pemain muda Xavi, namun Bizot tampil sigap di bawah mistar Villa.[1]

Meski tertekan, Villa menunjukkan organisasi bertahan yang solid dan disiplin taktik untuk mempertahankan keunggulan hingga akhir.[1][3] Keunggulan fisik dan struktur pertahanan yang rapi membuat Spurs kesulitan menciptakan peluang bersih di 15 menit terakhir, meski menguasai bola lebih banyak. Pertandingan ditutup dengan kemenangan Villa 2-1, membuat Tottenham tersingkir di babak ketiga Piala FA untuk pertama kalinya dalam 12 tahun.[4]

Di luar permainan, laga ini juga diwarnai tensi tinggi. Setelah peluit panjang dibunyikan, terjadi insiden adu argumen antara Morgan Rogers dan gelandang Spurs Joao Palhinha, yang tampak tidak senang dengan selebrasi para pemain Villa di depan dirinya.[2] Aksi saling dorong dan protes singkat itu segera dipisahkan ofisial dan pemain lain, tetapi menjadi simbol frustrasi yang menghinggapi kubu tuan rumah.

Bagi Tottenham, kekalahan ini memperpanjang tren negatif: mereka kini hanya meraih satu kemenangan dalam enam laga terakhir dan belum menang sama sekali sejak pergantian tahun.[2] Ini juga menjadi kekalahan kandang keenam di bawah asuhan Thomas Frank, sebuah catatan yang memperkuat sorotan terhadap performa dan arah permainan tim.[2] Berbagai masalah di luar lapangan — mulai dari badai cedera, kontroversi kecil yang melibatkan Frank, hingga komentar kritis kapten Cristian Romero terhadap sebagian pihak di internal klub — membuat tekanan terhadap manajer asal Denmark itu kian berat.[1]

Sebaliknya, bagi Aston Villa, hasil ini menegaskan status mereka sebagai salah satu tim paling konsisten di Inggris saat ini. Dengan tiket ke putaran keempat Piala FA sudah di tangan dan performa yang terus stabil di liga maupun kompetisi Eropa, skuad Emery kembali menunjukkan kedalaman tim dan kemampuan mengelola rotasi tanpa mengorbankan kualitas permainan.[1][3] Kemenangan tandang di London ini akan menjadi tambahan kepercayaan diri penting bagi Villa dalam upaya mereka bersaing di tiga kompetisi sekaligus.

Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, laga ini menggambarkan dua tren yang berlawanan: Tottenham yang masih mencari identitas stabil di era baru pelatih, dan Aston Villa yang semakin mapan sebagai kekuatan papan atas dengan struktur permainan yang jelas. Dengan musim yang masih panjang, respons Spurs terhadap periode sulit ini dan kemampuan Villa menjaga konsistensi akan menjadi dua cerita besar yang patut diikuti pekan-pekan ke depan.

Tags:

#Tottenham Hotspur#Aston Villa#Piala FA#Liga Inggris#Thomas Frank','Unai Emery

Sources:

www.espn.com

www.espn.com

www.the-independent.com

www.the-independent.com

www.avfc.co.uk

www.avfc.co.uk

www.youtube.com

www.youtube.com