
Saham DADA Meledak 34% Sentuh ARA: Bangkit dari Gocap, Investor Heboh!
Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) tiba-tiba melejit drastis pada perdagangan Rabu ini, melonjak hingga 34% dan sempat menyentuh Auto Reject Atas (ARA) di level Rp67 per saham. Lonjakan ini terjadi setelah saham stagnan di harga Rp50 sejak akhir Oktober 2025, memicu antusiasme investor di pasar saham Indonesia.[1][2][3]
Sesi perdagangan pagi menunjukkan pergerakan ekstrem sekitar pukul 10.05 WIB, di mana harga langsung ARA dengan volume transaksi mencapai 8,79 miliar saham hingga pukul 15.10 WIB. Harga kemudian terkonsolidasi di Rp63, naik 26% dari penutupan sebelumnya, dengan antrean beli membeludak hingga 4 juta lot di Rp67.[1][2][6]
Kenaikan tajam ini memicu spekulasi di media sosial dan komunitas trader. Sebelumnya, beredar rumor bahwa manajer investasi raksasa AS, The Vanguard Group, tertarik membeli saham DADA melalui proxy regional seperti perusahaan properti Jepang, dengan target valuasi hingga US$100 miliar atau Rp230 ribu per saham. Meski belum terkonfirmasi, rumor ini diduga memicu pump harga.[3]
Secara historis, DADA pernah mencatat kenaikan luar biasa: dari Rp9 pada Juli 2025 menjadi Rp178 pada Oktober 2025, atau naik lebih dari 2.000% year-to-date saat itu. Namun, saham sempat 'tidur' dua bulan di gocap Rp50, membuat lonjakan hari ini menjadi sorotan.[3][8]
Dari sisi kepemilikan, PT Karya Permata Inovasi Indonesia menguasai 29,6%, komisaris Tjandra Tjokrodiponto 0,47%, dan publik 69,93%. Baru-baru ini, pengendali sempat jual saham untuk permodalan, tapi direktur menyatakan tidak ubah strategi bisnis.[1][6]
DADA, emiten properti, fokus pada proyek premium seperti Apple 3 Condovilla di Jakarta Selatan. Perusahaan baru raih penghargaan IMHA, perkuat reputasi kualitas dan tata kelola, didukung stimulus PPN ditanggung pemerintah yang dorong penjualan residensial.[9]
Komunitas trader di Stockbit ramai bahas volatilitas tinggi: volume meledak 9,3 miliar, tapi ada indikasi distribusi pasca-spike. Analis sarankan trading momentum high-risk high-reward, dengan support di Rp50-55 dan resistance lebih tinggi. Investor diimbau waspada volatilitas.[4][7][10]
Lonjakan DADA juga bantu IHSG batal melemah hari ini, tunjukkan kekuatan saham gocap bangkit.[8]
Tags:
Sources:
investasi.kontan.co.id
www.indopremier.com
katadata.co.id
stockbit.com
id.tradingview.com
www.indopremier.com
asatunews.co.id
www.idnfinancials.com
id.investing.com
www.netralnews.com