
**Ruben Amorim Dipecat Manchester United: Ultimatum dan Drama di Old Trafford**
Manchester United resmi memecat pelatih kepala Ruben Amorim pada Senin pagi setelah 14 bulan menangani klub, di tengah posisi keenam di Premier League dan ketegangan internal yang memuncak.[3][1]
Amorim, yang datang dengan harapan tinggi, mengeluarkan ultimatum 'pecat' kepada INEOS sebelum pemecatannya, menuntut dukungan lebih besar di bursa transfer Januari setelah klub menggelontorkan sekitar £230 juta untuk mendatangkan Benjamin Sesko, Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Senne Lammens musim panas lalu.[1][3] Meski perekrutan tersebut meningkatkan skuad, United masih lemah di lini tengah, serangan, dan pertahanan.[1]
Pemecatan ini dipicu oleh ledakan emosi Amorim usai hasil imbang 1-1 melawan Leeds United. Ia menegaskan, "Saya adalah manajer Manchester United, bukan sekadar pelatih. Ini akan berlangsung 18 bulan, lalu semua berpisah." Pernyataan itu menunjukkan konflik kuasa dengan pimpinan klub, termasuk soal otoritas transfer dan formasi 3-4-3 khasnya yang dikritik.[1][2][5]
Win rate Amorim hanya 31,9%, terendah untuk manajer permanen di era Premier League. Musim lalu, United finis ke-15, dan musim ini tertinggal 17 poin dari Arsenal di puncak.[2][3][5] Penggemar dan analis mengkritik gaya bermainnya yang dianggap membosankan.[3]
Hanya beberapa jam pasca-pecatan, Amorim terlihat tenang berjalan di Hale bersama istrinya, Maria Joao Diogo, sambil menyapa fotografer dengan ramah.[2] Darren Fletcher, pelatih U-18, akan menangani tim secara sementara saat lawan Burnley Rabu nanti.[3]
United disebut mengidentifikasi kandidat pengganti, dengan Ousmane Diomande dari RB Leipzig sebagai opsi, meski klub Jerman enggan melepasnya di Januari.[1] Masa depan Amorim menjanjikan, tapi proyeknya di Old Trafford gagal akibat kurang kemajuan di lapangan dan konflik internal.[5]
Tags:
Sources:
www.football365.com
www.goal.com
www.channelnewsasia.com
podcasts.apple.com
theanalyst.com