
Parma vs Inter: Nerazzurri Menang di Tengah Kabut, Makin Kokoh di Puncak Serie A
Inter Milan memetik kemenangan penting 2-0 atas tuan rumah Parma di Stadion Ennio Tardini dalam lanjutan Serie A, dalam laga yang dimainkan di tengah kabut tebal yang sempat mengganggu jarak pandang di lapangan.[3][5]
Gol kemenangan Inter dicetak oleh Federico Dimarco pada menit ke-42 dan Marcus Thuram pada menit ke-90+8, memastikan tiga poin yang membuat Nerazzurri unggul empat poin di puncak klasemen liga Italia.[1][3]
Hasil ini memperpanjang tren positif Inter dengan enam kemenangan beruntun di Serie A dan menambah tekanan kepada rival sekota, AC Milan, yang harus menang pada laga berikutnya melawan Genoa untuk tetap menjaga jarak dalam perburuan Scudetto.[1][3]
Laga dalam Kabut dan Tekanan Titel
Pertandingan di Parma berlangsung dalam kondisi cuaca yang tidak ideal, dengan kabut tebal menyelimuti stadion. Meski demikian, tim asuhan Cristian Chivu mampu mengontrol jalannya pertandingan dan memaksakan dominasi mereka atas tim promosi tersebut.[1][3][5]
Inter datang ke Tardini sebagai pemuncak klasemen dan favorit kuat, sementara Parma berusaha menjauh dari zona degradasi. Tekanan ada di kubu Nerazzurri, terutama setelah Napoli gagal meraih kemenangan dalam hasil imbang 2-2 melawan Hellas Verona, yang membuka peluang Inter untuk memperlebar jarak di puncak.[1][3]
Dimarco Buka Skor, Thuram Tutup Laga
Kebuntuan terpecah pada menit ke-42 ketika bek sayap kiri Inter, Federico Dimarco, mencetak gol pembuka. Tembakan Dimarco memberikan kelegaan bagi Inter menjelang turun minum dan mengubah tensi pertandingan yang sebelumnya berjalan cukup ketat.[1][3]
Parma mencoba merespons di babak kedua dan beberapa kali menekan, namun lini belakang Inter tampil disiplin. Nerazzurri baru benar-benar memastikan kemenangan di masa tambahan waktu babak kedua, saat Marcus Thuram menggandakan keunggulan lewat sebuah serangan balik cepat pada menit ke-90+8.[1][2][3]
Thuram menyelesaikan peluang dengan sepakan kaki kiri dari tengah kotak penalti ke pojok kanan bawah gawang, memanfaatkan umpan Nicolò Barella. Gol tersebut menegaskan kualitas serangan balik Inter dan memupus harapan Parma untuk mencuri satu poin di kandang sendiri.[2]
Bonny Kembali ke Tardini
Laga ini juga menjadi momen spesial bagi penyerang Inter, Ange-Yoan Bonny, yang kembali ke markas lama setelah pindah dari Parma ke Inter pada musim panas lalu.[4]
Bonny baru saja pulih dari cedera lutut ringan dan masuk sebagai pemain pengganti menggantikan kapten Lautaro MartÃnez pada menit ke-85. Meski tidak mencetak gol, kehadirannya dianggap penting sebagai opsi tambahan di lini depan menjelang jadwal padat Inter.[4]
Dalam wawancara dengan kanal internal klub, Bonny menyebut Stadion Ennio Tardini sebagai tempat yang "spesial" dan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada kota Parma, di mana ia tumbuh sebagai pemain sebelum hijrah ke Milan.[4]
Dampak pada Klasemen Serie A
Kemenangan atas Parma membuat Inter mengoleksi 42 poin dari 18 pertandingan, dengan catatan 14 kemenangan dan 4 kekalahan, serta selisih gol +25.[1][2][3] Nerazzurri kini unggul empat poin atas AC Milan yang mengumpulkan 38 poin dari 17 laga dan masih memiliki satu pertandingan di tangan.[1][3]
Posisi ini menempatkan Inter dalam situasi yang sangat menguntungkan dalam persaingan gelar, sekaligus mengirim sinyal kuat kepada para rival bahwa konsistensi mereka belum goyah meski memasuki paruh kedua musim.[1][3]
Di sisi lain, Parma tertahan di papan bawah dengan 18 poin dari 18 laga (4 menang, 6 imbang, 8 kalah), masih harus berjuang menjauh dari zona rawan degradasi.[1][3] Meski kalah, performa Parma yang mampu menahan Inter hingga menit-menit akhir menunjukkan bahwa tim promosi ini tidak mudah ditaklukkan di kandang.
Momentum Menjelang Duel Kontra Napoli
Setelah kemenangan di Parma, fokus Inter segera beralih ke laga krusial berikutnya melawan Napoli di San Siro pada akhir pekan. Pertandingan ini dipandang sebagai kesempatan bagi Inter untuk mempertegas dominasi mereka sekaligus mencari balasan emosional setelah pertemuan sebelumnya yang sarat kontroversi.[3][4]
Dengan kembalinya Bonny dari cedera dan lini serang yang produktif berkat kontribusi pemain seperti Thuram dan Dimarco, Inter memasuki laga melawan Napoli dengan kepercayaan diri tinggi dan modal enam kemenangan beruntun di liga.[3][4]
Perspektif untuk Fans di Indonesia
Bagi penggemar Serie A di Indonesia, hasil Parma vs Inter ini menegaskan kembali status Nerazzurri sebagai salah satu favorit utama Scudetto musim 2025–26. Performa stabil melawan tim papan bawah seperti Parma menjadi kunci, karena sering kali justru laga semacam inilah yang menentukan dalam perburuan gelar jangka panjang.
Dengan jadwal berat menghadapi Napoli dan terus dibayangi oleh AC Milan di klasemen, setiap poin menjadi krusial. Kemenangan di Tardini, meski "hanya" 2-0 dan melalui perjuangan hingga menit akhir, bisa menjadi salah satu momen penting yang diingat jika Inter akhirnya mengangkat trofi di akhir musim.
Tags:
Sources:
www.espn.com.au
www.espn.com
www.espn.com
sempreinter.com
www.china.org.cn
www.youtube.com